Fajarnews.com, CIREBON-
Ronggeng bugis, sabagai salah satu kesenian asli Kabupaten Cirebon,
mendapatkan kesempatan untuk berpartisipasi dalam Hari Jadi ke-246
Kabupaten Gianyar, Bali, Kamis (13/4) malam lalu. Kesenian ronggeng
bugis yang ditampilkan oleh seniman dari Sanggar Pringgading, Plumbon
ini berhasi memukau ratusan penonton yang melihat pertunjuakan tersebut.
Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga
(Disbudparpora) Kabupaten Cirebon, H. Hartono, mengatakan, kedatangan
kontingen kesenian Kabupaten Cirebon ke Kabupaten Gianyar, Bali ini
adalah salah satu balasan dari kunjungan tim kesenian Kabupaten Gianyar
ke Kabupaten Cirebon, pada tahun 2016 lalu. Selain itu juga turut
memeriahkan hari jadi Kabupaten Gianyar.
“Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Gianyar Bali ini, ada
16 kabupaten/kota se-Indonesia yang menampilkan kesenian daerahnya
masing-masing, termasuk Kabupaten Cirebon yang menampilkan tari telik
sandi atau Ronggeng Bugis, yang tampil pada malam pembukaan,” ujar
Hartono, saat dikonfirmasi melalui saluran teleponnya, Jumat (14/4).
Keikut sertan kesenian Kabupaten Cirebon dalam pentas yang
diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Gianyar ini, menurut
Hartono adalah salah satu upaya untuk mempromosikan kesenian dan
pariwisata yang ada di Kabupaten Cirebon.
Selain itu juga sebagai upaya untuk menimba ilmu terkait pengelolaan kesenian dan pariwisata yang ada di Kabupaten Gianyar.
“Kabupaten Gianyar merupakan daerah yang mengedapankan pariwisata
lewat kesenian dan budaya, dan ini modal dasar untuk bisa menggali
pendapatan asli daerah,” katanya.
Lebih lanjut, Hartono mengatakan, Kabupaten Gianyar bisa menjadikan
kesenian dan budaya sebagai pendulang PAD, itu lebih dikarenakan peran
serta pemerintah daerah dalam membina kelestarian budaya cukup baik.
Tidak hanya itu, kesadaran masyarakat dalam melestariakan kebudayan juga
cukup baik, karena sejak anak-anak orang tua sudah mengajarkan tarian
tradisional yang ada di Gianyar ini.
“Sebagaian besar masyarakat Gianyar adalah pecinta dan pelaku seni
selain itu juga sarana dan prasaran yang ada di Gianyar ini juga cukup
menunjang. Tidak hanya itu, hampir kegiatan seni yang ada di Kuta Bali
adalah dari Gianyar ini,” tandasanya.
Cirebon, menurut Hartono, sangat bisa sekali diterapkan sistem
seperti yang ada di Gianyar, karena Cirebon merupakan daerah yang
memiliki aset kesenian dan kebudayaan yang cukup banyak, itu semua
tergantung dari regulasi yang mengatur tentang kesenian dan kebudayaan
yang ada di Cirebon itu sendiri.
“Harus ada kesepakatan antara pemerintah daerah dan para pelaku
kesenian untuk benar-benar melestarikan kesenian dan kebudayaan yang
ada,” tambahnya. (Dede Kurniawan)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar