Sabtu, 29 April 2017

RONGGENG BUGIS di Gianyar Bali 2017

Fajarnews.com, CIREBON-
Ronggeng bugis, sabagai salah satu kesenian asli Kabupaten Cirebon, mendapatkan kesempatan untuk berpartisipasi dalam Hari Jadi ke-246 Kabupaten Gianyar, Bali, Kamis (13/4) malam lalu. Kesenian ronggeng bugis yang ditampilkan oleh seniman dari Sanggar Pringgading, Plumbon ini berhasi memukau ratusan penonton yang melihat pertunjuakan tersebut. Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Cirebon, H. Hartono, mengatakan, kedatangan kontingen kesenian Kabupaten Cirebon ke Kabupaten Gianyar, Bali ini adalah salah satu balasan dari kunjungan tim kesenian Kabupaten Gianyar ke Kabupaten Cirebon, pada tahun 2016 lalu. Selain itu juga turut memeriahkan hari jadi Kabupaten Gianyar.
“Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Gianyar Bali ini, ada 16 kabupaten/kota se-Indonesia yang menampilkan kesenian daerahnya masing-masing, termasuk Kabupaten Cirebon yang menampilkan tari telik sandi atau Ronggeng Bugis, yang tampil pada malam pembukaan,” ujar Hartono, saat dikonfirmasi melalui saluran teleponnya, Jumat (14/4).
Keikut sertan kesenian Kabupaten Cirebon dalam pentas yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Gianyar ini, menurut Hartono adalah salah satu upaya untuk mempromosikan kesenian dan pariwisata yang ada di Kabupaten Cirebon.
Selain itu juga sebagai upaya untuk menimba ilmu terkait pengelolaan kesenian dan pariwisata yang ada di Kabupaten Gianyar.
“Kabupaten Gianyar merupakan daerah yang mengedapankan pariwisata lewat kesenian dan budaya, dan ini modal dasar untuk bisa menggali pendapatan asli daerah,” katanya.
Lebih lanjut, Hartono mengatakan, Kabupaten Gianyar bisa menjadikan kesenian dan budaya sebagai pendulang PAD, itu lebih dikarenakan peran serta pemerintah daerah dalam membina kelestarian budaya cukup baik. Tidak hanya itu, kesadaran masyarakat dalam melestariakan kebudayan juga cukup baik, karena sejak anak-anak orang tua sudah mengajarkan tarian tradisional yang ada di Gianyar ini.
“Sebagaian besar masyarakat Gianyar adalah pecinta dan pelaku seni selain itu juga sarana dan prasaran yang ada di Gianyar ini juga cukup menunjang. Tidak hanya itu, hampir kegiatan seni yang ada di Kuta Bali adalah dari Gianyar ini,” tandasanya.
Cirebon, menurut Hartono, sangat bisa sekali diterapkan sistem seperti yang ada di Gianyar, karena Cirebon merupakan daerah yang memiliki aset kesenian dan kebudayaan yang cukup banyak, itu semua tergantung dari regulasi yang mengatur tentang kesenian dan kebudayaan yang ada di Cirebon itu sendiri.
“Harus ada kesepakatan antara pemerintah daerah dan para pelaku kesenian untuk benar-benar melestarikan kesenian dan kebudayaan yang ada,” tambahnya. (Dede Kurniawan)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar